Senin, 14 Februari 2011

PENGARUH JARAK LAMPU TERHADAP LAMANYA PROSES PEMBENTUKAN EMBRIO AYAM KAMPUNG SELAMA 96 JAM

PENGARUH JARAK LAMPU TERHADAP LAMANYA PROSES PEMBENTUKAN EMBRIO AYAM KAMPUNG
SELAMA 96 JAM





KARYA ILMIYAH




OLEH
DESMAWENI
A1C409068

















PROGRAM STUDY BIOLOGI PMIPA FKIP
UNIVERSITAS JAMBI
2011





DAFTAR ISI
DAFTAR ISI i
DAFTAR GAMBAR ii
DAFTAR LAMPIRAN
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 2
1.3 Hipotesis Penelitian 2
1.4 Tujuan Hasil Penelitian……………………………………………………… 3
1.5 Manfaat Hasil Penelitian…………………………………………………….. 3
II KAJIAN PUSTAKA ………………………………………………………………... 4
III METODE PENELITIAN
1.1 Alat dan Bahan 12
1.2 Prosedur Penelitian 12
IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil penelitian 13
4.2 Pembahasan 14
V PENUTUP
1.1 Kesimpulan 17
1.2 Saran 18
DAFTAR RUJUKAN 19
LAMPIRAN 20






DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman


1. Telur hari pertama……………………………………………………..8
2. Telur hari kedua……………………………………………………….8
3. Telur hari ketiga……………………………………………………….9
4. Telur hari keempat…………………………………………………….9
5. Telur hari kelima………………………………………………….......10
6. Telur hari keenam…………………………………………………….10
7. Telur hari ketujuh………………………………………………….....10
8. Telur hari kedelapan ………………………………………………....11



















I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Layaknya seorang bayi dalam perut ibunya,embrio anak ayam di dalam telur juga mengalami perkembangan yang signifikan dari hari ke hari. Embrio di dalam telur sebagai awal mula kehidupan seekor ayam ternyata memiliki keunikan pertumbuhan di dalamnya.
Pengetahuan tentang perkembangan embrio di dalam telur perlu diketahui.Pengetahuan tentang fertil dan tidaknya telur sangat diperlukan. Selain pengetahuan terhadap seleski fisik telur, kefertilan telur juga perlu diketahui. Seleksi fisik yang dapat dilakukan diantaranya kebersihan telur dari kotoran induknya, retak atau tidaknya telur. Namun terlepas dari hal tersebut tidak kalah pentingnya pengetahuan mengenai fertil/infertil telur dilihat dari dalam telurnya.
Selain itu seperti yang kita ketahui bahwa perkembangan embrio ayam terjadi di luar tubuh induknya. Selama berkembang, embrio memperoleh makanan dan perlindungan dari telur berupa kuning telur, albumen, dan kerabang telur. Itulah sebabnya telur unggas selalu relatif besar. Perkembangan embrio ayam tidak dapat seluruhnya dilihat, dengan mata telanjang, melainkan perlu bantuan alat khusus seperti mikroskop atau kaca pembesar. Dalam perkembangannya, embrio dibantu kantung oleh kuning telur, amnion, dan alantois. Kantung kuning telur dindingnya dapat menghasilkan enzim. Enzim ini mengubah isi kuning telur sehingga mudah diserap embrio. Amnion berfungsi sebagai bantal, sedangkan alantois berfungsi pembawa oksigen ke embrio,menyerap zat asam dari embrio, mengambil sisa-sisa pencernaan yang terdapat dalam ginjal dan menyimpannya dalam alantois. Namun, untuk menggambarkan bagaimana perkembangannya, maka saya melakukan penelitian tentang perkembangan embrio ayam kampong dengan berbagai masa inkubasi dengan jarak lampu yang berbeda
1.2 Rumusan Masalah
1. Berapakah jarak lampu yang optimal dalam lamanya proses pembentukan embrio ayam pada waktu 96 jam?
2. Apakah jarak lampu yang terlalu dekat memberi dampak buruk pada proses perkembangan embrio ayam kampung?
3. Apakah ada perbedaan perkembangan embrio ayam kampong jika jarak lampu nya dibedakan?
1.3 Hipotesis Penelitian
Hipotesis dalam penelitian ini adalah bahwa pada jarak lampu mempengaruhi perkembangan embrio pada telur ayam kampung

1.4 Tujuan Hasil Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah
• Untuk mengetahui jarak lampu yang optimal dalam proses pembentukan embrio ayam kampung dalam jangka waktu 96 jam,
• Agar tidak ada lagi kegagalan dalam proses penetasan telur yang tanpa menggunakan siinduk melainkan dengan menggunakan lampu dan sekam sebagai bahan pokok
1.5 Manfaat Hasil Penelitian
Adapun manfaat penelitian tentang pengaruh jarak lampu terhadap lamanya proses pembentukan embrio ayam kampung selama 96 jam adalah:
• Agar semua orang mengetahui jarak lampu yang optimal pada proses pembentukan embrio ayam kampung
• Untuk mengetahui bahwa jarak lampu yang terlalu dekat akan memberi dampak buruk terhadap proses penetasan telur ataupun pembetukan embrio ayam
• Untuk mengetahui perbedaan perkembangan embrio ayam pada jarak lampu yang berbeda













II
KAJIAN PUSTAKA

Selama perkembangan lanjut embrio, selain terjadi perubahan bentuk tubuh juga terjadi pembentukan macam-macam organ tubuh (organogenesis). Macam-macam organ itu berasal dari lapisan lembaga ectoderm, endoderm dam mesoderm
Semua spesies unggas member respon terhadap reaksi terang-gelap . Cahaya merangsang proses reproduksi unggas. Ratio periode terang gelap dan tingkat perubahan cahaya meransang melepasnya dan meningkatkan suplai FSH (Anonim C, 2004)
Tahap-tahap proses pembentukan selaput embrio unggas adalah :
2. Amnion
Amnion adalah selaput embrio yang lansung membungkus embrio, berupa kantung yang tipis berisi cairan amnion, dan embrio dapat bebas bergerak didalamnya. Lapisan penyusun amnion adalah somatopleura dengan ectoderm dibagian dalam dan mesoderm somatic diluar. Pembentukan amnion sejalan dengan terpisahnya bagian intra embrio dari bagian ekstraembrio

3. Kantung yolk
Kantung yolk adalah selaput ektra embrio yang dibentuk paling awal.selaput embrio ini dibangun oleh splanknopleura dengan endoderm disebelah dalam dan mesoderm splanknik diluarnya.Pada mesoderm splanknik akan terdapat pembuluh-pembuluh darah vitelin. Terbentuknya kantung yolk, sejalan dengan pelipatan lapisan endoderm yang menjadi atap arkenteron, untuk membentuk saluran pencernaan makanan.
Fungsi kantung yolk adalah:
• Menghantar untuk embrio
• Tempat asalnya sel kelamin
• Mesoderm splanknik nya merupakan sumber sel-sel darah dan merupakan organ hemopoletetik paling awal
4. Albumen
• Banyak mengandung air untuk menjaga kelembaban didalam telur
• Selama perkembangan albumen mengental karena airnya semakin berkurang
• Setelah alantois tumbuh membesar, albumen akan terdorong keujung stal alantois yang mengabsorbsi dan mentransfer melalui pembuluh darah kedalam embrio untuk digunakan sebagai nutrisi
• Splanknopleura pembungkus albumen disebut kantung albumen
5. Korion
Korion merupakan selaput embrio yang terluar. Terbentuk oleh lipatan kearah luar
Dari amnion. Susunan lapisan ectoderm (diluar) dan mesoderm somatic (didalam) korion berlawanan dengan amnion, oleh karena itu korion kadang-kadang disebut amnion palsu (false amnion). Korion akan membungkus selaput –selaput embrio lainnya.
• Korion dibentuk dari somatopleura bersamaan dengan pembentukan amnion
• Lapisan penyusunnya dibentuk oleh adanya pelipatan yang berlawanan dengan amnion
• Ektoderm diluar dan mesoderm somatic didalam
• Korion berada dibawah selaput cangkang dan cangkang kapur telur
• Fungsi penting korion adalah menyerap ion Ca dari cangkang telur dan mendistribusikannya untuk pembentukan rangka(tulang) embrio melalui pembuluh darah alantois (Wiati surjono, 2000)
6. Alantois
Merupakan selaput embrio yang terbentuk paling akhir,bermula sebagai evaginasi ventral dari usus belakang, jadi tersususn oleh lapisan lembaga endoderm dan mesoderm splanknik, serupa dengan katung yolk. Pada ayam, alantois dan korion(korioalantois) berperan dalam respirasi melalui pembuluh-pembuluh darah alantois. Terjadi juga penyerapan kalsium melalui pembuluh-pembuluh darah tersebut sehingga cangkang kapur akan menjadi rapuh dan hal ini memudahkan penetasan kelak. Kalsium akan digunakan untuk proses penulangan embrio.
Bagian proximal alantois membentuk tangkai alantois yang pangkalnya akan tetap berada dalam tubuh embrio.bagian distal alantois membentuk kantong yang tumbuh membesar kedalam coelum kestrel embrio, yang hampir memenuhi rongga telur, selain itu alantois berada dibawah korion( Carlson, 1988)

Organogenesis adalah proses pembentukan organ-organ tubuh eksternal dan internal yang berasal dari lapisan-lapisan germinal ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ketiga lapisan tersebut mempunyai masing-masing turunan yaitu:
2. Turunan ektoderm yaitu pembentukan system saraf pusat dan mata
3. Turunan mesoderm: pembentukan organ tubuh, system urogenital dan peredaran darah
4. Turunan endoderm: pembentukan system pencernaan makanan dan pernafasan (anonim B, 1990)
Embrio ayam mulai berkembang dari keliling germinal disc yang tampak jelas. Dalam waktu 48 jam embrio ayam telah memiliki suatu tipe sirkulasi darah yang berliku-liku dalam tubuhnya. Ditopang oleh kuning telur. Pada akhir periode sepertiga dari yang pertama periode inkubasi, garis bentuk embrio mulai tampak dan jenis kelamin diketahui pada awal hari kelima masa inkubasi
Adapun komponen dari sebutir telur adalah :
 Titik benih ( blastoderm) yaitu bagian kehidupan nonfertil telur
 Kuning telur (yolk)
 Putih telur(albumen)
 Kalaza
 Membran cangkang
 Cangkang (anonim A, 2001)
Energi total yang tersimpan didalam sebutir telur sangat lah penting dalam proses perkembangan embrio, tidak hanya selama inkubasi tetapi juga bagi periode singkat setelah itu (surjono, 2001)
Telur ayam terdiri dari banyak kuning telur. Poerkembangannya mulai dari area kecil atau blastodiscus pada polus animalis oleh pembelahan superficial terbentuk piringan-piringan sel ectoderm dan endoderm. Ectoderm dan endoderm pada sisi melebar disekitar kuning telur membentuk saccus vitlelinus (Sudarwati, 1990)
Berikut ini Perkembangan embrio dari hari pertama sampai hari kedelapan:
1.

Gambar 1: telur hari pertama
Asal mula lempengan embrio pada tahap blastodermal. Nampak ada rongga segmentasi(yang dipanah) yang berada di bawah area pelucida,terdapat pada cincin yang berwarna lebih gelap dari sekitarnya.
2.

Gambar 2:telur hari kedua
Nampak jalur pertama pada pusat blastoderm. Diantara extraembrionic annexis nampak membran vitelin yang memiliki peranan utama dalam nutrisi embrio.
3.

Gambar 3: telur hari ketiga
Embrio berada di sisi kiri, dikelilingi oleh sistem peredaran darah, membra viteline menyebar di atas permukaan kuning telur. Kepala dan badan dapat dibedakan, demikian juga otak.Nampak juga struktur jantung yang mulai berdenyut.
4.

Gambar 4: telur hari keempat
Perkembangan rongga amniotik, yang akan mengelilingi embrio yang berisi cairan amniotik, berfungsi untuk melindungi embrio dan membolehkan embrio bergerak. Nampak gelembung alantois yang berperan utama dalam penyerapan kalsium, pernapasan dan tempat penyimpanan sisa-sisa.

5.

Gambar 5:telur hari kelima
Peningkatan ukuran embrio, embrio membentuk huruf C, kepala bergerak mendekati ekor. Terjadi perkembangan sayap.
6.

Gambar 6: telur hari keenam
Membram vetiline terus berkembang dan mengelilingi lebih dari separuh kuning telur. Fissura ada diantara jari kesatu, kedua dan ketiga dari anggota badan bagian atas dan antara jari kedua dan ketiga anggota badan bagian bawah. Jari kedua lebih panjang dari jari lain.
7.

Gambar 7: telur hari ketujuh
Cairan yang makin mengencer di bagian leher. Nampak jelas memisahkan kepala dengan badannya. Terjadi pembentukan paruh. Otak nampak ada di daerah kepala, yang lebih kecil ukurannya dibanding dengan embrio.
8.

Gambar 8:telur hari kedelapan
Membram vetillin menyelimuti (menutupi) hampir seluruh kuning telur. Pigmentasi pada mata mulai nampak. Bagian paruh atas dan bawah mulai terpisah, demikian juga dengan sayap dan kaki. Leher merenggang dan otak telah berada didalam rongga kepala. Terjadi pembukaan indra pendengar bagian luar(fransiscus afandi, 2007)







III
METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan
• Sekam
• Telur
• Kardus
• Lampu 10 watt
• Kabel
• penggaris
3.2 Prosedur kerja
1. Dimasukkan sekam kedalam masing-masing kardus secukupnya
2. Dimasukkan 5 telur ayam kampung kedalam masing-masing kardus
3. Diukur jarak lampu nya
4. Dipasang lampunya sesuai dengan jarak yang berbeda yang sudah ditentukan tadi
5. Dilakukan inkubasi telur tersebut dengan berbagai tahap inkubasi (24 jam, 33 jam, 48 jam, 72 jam dan 96 jam)
6. Diperhatikan dan diamati perkembangan embrio pada setiap tahap inkubasi tersebut
7. Dibandingkan hasil pengamatan untuk setiap periode inkubasi pada jarak lampu A dan pada jarak lampu B

IV
Hasil dan Pembahasan

4.1 Hasil Penelitian
Tabel hasil penelitian

no Hari/tgl Waktu Kotak A (13,5 cm) Kotak B ( 11 cm)
1 Minggu,19-des-2010 09.45 wib
(24 jam)
2 Senin,20-des-2010 15.45 wib
(33 jam)
3 Selasa,21-des-2010 09.45 wib
(48 jam)
4 Rabu,22-des-2010 09.45 wib
(72 jam)
5 Kamis,23-des-2010 09.45 wib
(96 jam)

4.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang saya dapatkan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan perkembangan embrio ayam pada jarak lampu yang berbeda,dapat dilihat table hasil pengamatan yaitu sebagai berikut:
Untuk kotak A dengan jarak lampu 13,5 cm dapat dilihat perkembangan embrio ayam kampung nya,yaitu:
1. Pada masa inkubasi 24 jam tepatnya jam 09.45 wib pada hari minggu: Bentuk awal embrio pada hari pertama belum terlihat jelas, sel benih berkembang menjadi bentuk seperti cincin terdapat albumen pekat dan albumen cair, sedangkan bagian tengahnya agak terdapat warna kuning terang. Bagian tengah ini merupakan sel benih betina yang sudah dibuahi yang dinamakan zygot blastoderm.selain itu juga terdapat kalaza yang berfungsi agar kuning telur tetap berada ditengah-tengah
2. Pada masa inkubasi 33 jam tepatnya jam 15.45 wib pada hari senin: Warna kuning telurnya mengental,masih terlihat kalaza,dan yolk nya masih bulat(utuh), selain itu juga terdapat pembuluh darah yang mengelilingi inti tetapi belum terlihat jelas
3. Pada masa inkubasi 48 jam tepatnya jam 09.45 wib pada hari selasa: yolk nya mencair(menyebar),dan terdapat juga pembuluh darah yang mulai terlihat agak jelas
4. Pada masa inkubasi 72 jam tepatnya jam 09.45 wib pada hari rabu: terlihat pembentukan bentuk awal embrio yang sudah mulai jelas. Pada umur ini juga terdapat primitive streake suatu bentuk memanjang dari pusat yang kelak akan berkembang menjadi embrio. Pada blastoderm terdapat garis-garis warna merah yang merupakan petunjuk mulainya sistem sirkulasi darah.Selain itu juga terlihat seperti ada yang berdenyut
5. Pada masa inkubasi 96 jam tepatnya jam 09.45 wib pada hari kamis:yang mana pada hari ini embrio ayam terlihat jelas,dan juga terdapat mata, Mata tersebut tampak sebagai bintik gelap yang terletak disebelah kanan jantung. Selain itu jantung sudah membesar. Dengan menggunakan mikroskop, dapat dilihat otaknya. Otak ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu otak depan, otak tengah dan otak belakang.
Sedangkan perkembangan embrio ayam yang dengan jarak lampu 11 cm embrio ayam nya tidak berkembang melainkan telur nya dari hari kehari berubah menjadi telur separuh matang,berdasarkan gambar pada table hasil pengamatan didapat cirri nya sebagai berikut:
1. Pada masa inkubasi 24 jam tepatnya jam 09.45 wib pada hari minggu: yolk nya masih bulat,wrna kuning telur nya agak kental disbanding dengan telur yang terdapat pada jarak lampu normal
2. Pada masa inkubasi 33 jam tepatnya jam 15.45 wib pada hari senin: Yolk nya pecah, dan albumennya semakin mengental
3. Pada masa inkubasi 48 jam tepatnya jam 09.45 wib pada hari selasa: Albumen dan kuning telur nya semakin mengental
4. Pada masa inkubasi 72 jam tepatnya jam 09.45 wib pada hari rabu: Sebagian yolk dan albumen nya semakin mengental menjadi telur separo matang
5. Pada masa inkubasi 96 jam tepatnya jam 09.45 wib pada hari kamis: Kuning telur(yolk) dan albumennya memadat,sehingga telur terlihat menjadi telur separo matang
Dari hasil penelitian terlihat bahwa jarak lampu yang terlalu dekat dapat memberi dampak buruk pada perkembangan embrio ayam karena pada jarak lampu yang terlalu dekat embrio ayam tidak akan berkembang melainkan akan menjadi telur separuh matang. Selain itu, dapat juga diketahui bahwa jarak lampu yang optimal untuk perkembangan embrio ayam adalah pada jarak lampu 13,5 cm




V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Setelah melakukan penelitian tentang pengaruh jarak lampu terhadap lamanya proses pembentukan embrio ayam kampong selama 96 jam dapat disimpulkan:
• Jarak lampu yang optimal pada lamanya proses pembentukan embrio pada telur ayam kampung adalah 13,5 cm
• Kita dapat mengetahui berbagai perubahan bentuk tubuh dan bakal organ-organ yang berasal dari setiap lapisan lembaga melalui telur yang diinkubasi dengan jarak lampu 13,5 cm, yaitu:
Hari pertama(24 jam)
Bentuk awal embrio pada hari pertama belum terlihat jelas, sel benih berkembang menjadi bentuk seperti cincin terdapat albumen pekat dan albumen cair, sedangkan bagian tengahnya agak terdapat warna kuning terang. Bagian tengah ini merupakan sel benih betina yang sudah dibuahi yang dinamakan zygot blastoderm.selain itu juga terdapat kalaza yang berfungsi agar kuning telur tetap berada ditengah-tengah
Hari kedua ( 33 jam)
Warna kuning telurnya mengental,masih terlihat kalaza,dan yolk nya masih bulat(utuh), selain itu juga terdapat pembuluh darah yang mengelilingi inti tetapi belum terlihat jelas
Hari ketiga (48 jam)
Yolk nya mencair(menyebar),dan terdapat juga pembuluh darah yang mulai terlihat agak jelas
Hari keempat(72 jam)
Terlihat pembentukan bentuk awal embrio yang sudah mulai jelas. Pada umur ini juga terdapat primitive streake suatu bentuk memanjang dari pusat yang kelak akan berkembang menjadi embrio dan terlihat seperti ada denyutan
Hari kelima (96 jam)
Embrio ayam terlihat jelas,dan juga terdapat mata, Mata tersebut tampak sebagai bintik gelap yang terletak disebelah kanan jantung.
• Pada telur yang diletakkan dengan jarak lampu yang dekat akan berdampak beruk pada perkembangan embrio telur karena telur tidak akan berkembang menjadi embrio anak ayam melainkan akan menjadi telur separuh matang
5.2 Saran
• Dalam menetaskan telur ayam tanpa menggunakan induk nya melainkan dengan menggunakan metode penghangatan menggunakan lampu dan sekam jangan lah menggunakan jarak lampu yang dekat dak terlalu besar watt nya
• Dalam menetaskan telur ayam dengan menggunakan lampu,kardus dan sekam letakkan lah pada jarak lampu 13,5 cm




Daftar rujukan
Carlson. 1988. patten’s foundation of embryology. New York: Ballantine books
Fransiscus afandi.2010. Perkembangan embrio dari hari kehari. Diakses tgl 16 desember 2010. http://sentralternak.com/index.php/2010/04/19/perkembangan-embrio-semasa-pengeraman/
Sudarwati. 1990.Dasar-dasar struktur dan perkembangan hewan.bandung: ITB
Surjono. 2001. Proses perkembangan embrio. Jakarta: Universitas Terbuka
Anonim A. 2001.perkembangan embrio ayam.Diakses tgl 18 desember 2010. http://aspan- gabe.com/perkembangan-embrio-ayam#more-280
Anonim B. 1990.proses perkembangan telur ayam. Diakses tgl 18 desember 2010. http://www.acehforum.or.id/showthread.php?21552-pic-Proses-perkembangan-telur-menjadi-anak-ayam&p=183484&viewfull=1
Anonim C. 2004. Perkembangan embrio ayam dari hari kehari. Diakses tgl 21 Desember 2010. http://kedokteranhewan.blogspot.com/2009/01/21-hari-ayam-bertelur.html







Lampiran

Gambr ke-2 kotak telur kotak a

Kotak b inkubasi 24 (13,5 cm)

Inkubasi 33 jam (13,5 cm) inkubasi 48 jam(13,5 cm)

Inkubasi 72 jam (13,5 cm) inkubasi 96 jam (13,5 cm)

Inkubasi 24 jam (11cm) inkubasi 33 jam (11 cm)

Inkubasi 48 jam (11 cm) inkubasi 72 jam (11 cm)

Inkubasi 96 jam (11 cm)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar