Senin, 14 Februari 2011

PENGARUH BESAR WATT LAMPU TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK AYAM

PENGARUH BESAR WATT LAMPU
TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK AYAM



Oleh
NENI TRIYANA
NIM A1C409043










PENDIDIKAN BIOLOGI
PMIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI
2010/2011

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI i
DAFTAR GAMBAR ii
DAFTAR TABEL iii
DAFTAR LAMPIRAN iv
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 2
1.3 Hipotesis Penelitian 2
1.4 Tujuan 2
1.5 Manfaat 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA 4
BAB III METODE PENELITIAN 19
3.1 Alat dan Bahan 19
3.2 Prosedur 19
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 20
4.1 Hasil Penelitian 20
4.2 Pembahasan Hasil 21
BAB V PENUTUP 24
5.1 Kesimpulan 24
5.2 Saran 25
DAFTAR RUJUKAN 26
LAMPIRAN 27

DAFTAR GAMBAR


Gambar Halaman
1. Gambar 2.1 Anak Ayam 5
2. Gambar 2.2 Telur Ayam 8
3. Gambar 2.3 Ayam Jantan Yang Sedang Berkokok Dipagi Hari 9
4. Gambar 2.4 (a) Ayam Red Leghorn (b) Ayam Pearl White Leghorn 10
5. Gambar 2.5 (a) Barred Rock (b) Black Australorp (c)Production Red
(d) Gold Sta (e) Black Sex Link (f) White Rock (g) Buff Orpington
(h) Silver Laced Wyandotte 12
6. Gambar 2.6 (a) Red Broiler (b) Black Broiler 13
7. Gambar 2.7 Anak Ayam Ras 14
8. Gambar 2.8 Anak Ayam Diberi Lampu Pemanas 15
9. Gambar 2.9 Ayam Bantam 17






DAFTAR TABEL


Tabel Halaman
1. Hasil Penelitian 20























DAFTAR LAMPIRAN


Lampiran Halaman
1. Gambar Literatur Perkembangan Anak Ayam dengan Bantuan
Sinar Lampu 27























BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam perkembangan, ayam mengalami perubahan secara bertahap menuju kemajuan dalam fungsi tubuh. Walaupun pada hakikatnya, perkembangan tampak tidak teratur, dalam rentang waktu yang tidak sama, namun pada dasarnya untuk anak ayam menuju dewasa dan tua melewati suatu perubahan-perubahan dalam waktu tertentu yang sering diartikan sebagai fase-fase perkembangan.
Setelah melalui proses kawin, bertelur dan menetas kita pelihara dengan cara memisahkan dari induknya. Anak ayam tersebut dipelihara di dalam masing-masing kotak yang telah diberi ventilasi dan perbedaan besar watt lampu.
Dengan sistem ventilasi dalam kotak yang tepat, pemberian air minum yang bersih, dan pemberian makanan yang dijaga keseimbangannya maka anak ayam akan terus tumbuh dengan baik. Ventilasi yang tepat akan menjaga kotak dan alasnya tetap kering sehingga membantu dalam mencegah timbulnya penyakit. Alas yang basah atau kotak yang lembab akan mengundang penyakit. Selanjutnya, anak ayam akan tumbuh lebih cepat dan hidup lebih baik bila mereka ditempatkan pada kotak yang cukup luas. Tambahkan tempat pakan dan tempat minumnya sesuai kebutuhannya dengan semakin besarnya tubuh anak ayam mengikuti pertumbuhannya.
Untuk membuktikan percobaan yang telah dilakukan. Maka kami menulis karya ilmiah ini yang berjudul “Pengaruh Besar Watt Lampu Terhadap Perkembangan Anak Ayam”.

1.2 Rumusan Masalah
Dalam pembuatan karya ilmiah ini, penulis hanya membahas pertumbuhan dan perkembangan anak ayam yang diberi perlakuan berbeda yaitu perbedaan besar watt lampu.

1.3 Hipotesis Penelitian
Perbedaan ketiga perlakuan yaitu perbedaan besar ukuran tubuh pada ketiga perlakuan berbeda, yaitu pada perlakuan untuk kotak dengan lampu 5 watt ukuran anak ayam lebih kecil, untuk anak ayam yang diberi lampu 10 watt ukurannya sedang yaitu lebih besar ukurannya dari yang 5 watt dan lebih kecil disbanding yang diberi perlakuan 15 watt.
1.4 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah ini secara khusus adalah untuk memenuhi nilai praktikum mata kuliah Perkembangan Hewan, sedangkan tujuan umum pembuatan makalah ini adalah memberikan informasi kepada pembaca, perbedaan perkembangan dan pertumbuhan anak ayam dengan perlakuan yang berbeda.
1.5 Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan karya ilmiah ini adalah memberikan informasi atau pengetahuan kepada pembaca, tentang perbedaan perkembangan dan pertumbuhan anak ayam dengan perlakuan yang berbeda.


























BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pertumbuhan dan Perkembangan dan Faktor yang Mempengaruhinya
Perubahan selalu terjadi dalam diri semua makhluk hidup yang berlangsung selama makhluk itu hidup termasuk ayam. Awal ketika lahir disebut sebagai anak ayam yang kemudian menjadi makhluk hidup dewasa lalu tua. Perubahan sangat nampak pada perubahan fisik, dimana ketika baru menetas organ-organ tubuh masih berukuran kecil dan berangsur membesar seperti menjadi lebih tinggi dan berat tubuhnya. Perilaku ayam pada masa masih kecil sangat tergantung pada induknya, pada saat dewasa ayam akan melakukan perkawinan hingga bertelur dan menetaskan anaknya, demikian hal tersebut akan terjadi secara terus-menerus.
Perubahan pada ayam sering diartikan sebagai pertumbuhan dan perkembangan. Secara umum, orang lebih sering menamakan pertumbuhan dan perkembangan disebut sebagai satu kata yaitu perkembangan. Ahli psikologi, Moh. Kasiram (Kasiram, 1983:23), berpendapat bahwa pertumbuhan dan perkembangan meski saling melengkapi namun mempunyai arti sendiri-sendiri. Pada peristiwa pertumbuhan, tampak adanya perubahan jumlah atau ukuran dari hal-hal yang telah ada, sedangkan perkembangan ditandai dengan adanya sifat-sifat yang baru yang berbeda dari sebelumnya. Dicontohkan, anak ayam kecil yang menjadi besar adalah merupakan peristiwa pertumbuhan. Sedangkan perubahan dari telur menjadi anak ayam adalah peristiwa perkembangan.

Gambar 2.1 Anak Ayam
Dalam psikologi perkembangan, kata pertumbuhan selain dalam arti fisik dan psikis, dapat pula dalam arti proses pendewasaan, perubahan dalam kemampuan (ability), proses mengadakan reorganisasi terus-menerus terhadap sesuatu yang baru ke dalam sesuatu yang lama.
Jadi, pada dasarnya perkembangan memiliki kesamaan. Dilihat dari sisi psikologi, perkembangan mencerminkan sifat-sifat yang khas mengenai gejala-gejala psikologis yang tampak. Karena pertumbuhan fisik berpengaruh pada pada proses perkembangan yang mengarah pada perilaku. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan, dan menyebabkan perubahan perilaku yang merupakan objek dalam psikologi.
2.2 Fase dan Tugas-tugas Perkembangan
Dalam setiap perkembangan, ayam mengalami perubahan secara bertahap menuju kemajuan dalam fungsi tubuh. Walaupun pada hakikatnya, perkembangan tampak tidak teratur, dalam rentang waktu yang tidak sama, namun pada dasarnya untuk anak ayam menuju dewasa dan tua melewati suatu perubahan-perubahan dalam waktu tertentu yang sering diartikan sebagai fase-fase perkembangan.
Dalam setiap fase perkembangan, terdapat perubahan perkembangan yang menjadi ciri khas pada masa tertentu. Ciri dari suatu perubahan ini umumnya terjadi secara otomatis pada perkembangan normal anak ayam yang harus dikuasai. Satu tahap atau fase perkembangan harus dikuasai anak ayam sebelum mencapai tahap selanjutnya. Perubahan yang harus dikuasai inilah yang disebut sebagai tugas perkembangan dan muncul dalam setiap fase perkembangan.
Ada beberapa pendapat tentang fase dan tugas perkembangan yaitu menurut Buhler, Hurlock, Erikson, dan Havighurst. Secara umum fase perkembangan terdiri dari masa bayi, masa anak-anak, masa dewasa, hingga masa tua. Masa kecil, anak ayam yang normal akan memulainya perkembangannya, seperti gerakan-gerakan dasar pada anggota tubuh. Lama-kelamaan tubuh anak ayam, semakin kuat. Anak ayam umumnya sudah dapat menguasai gerakan-gerakan otot, misalnya jalan, bersuara, makan. Masa anak ayam ini berkisar sampai anak ayam berusia 1-2 bulan.
Fase dan Tugas Perkembangan Menurut Havighurst menandai bahwa perjalanan hidup ditandai dengan adanya tugas-tugas yang harus dipenuhi dan bersifat khas pada masa-masa tertentu. Tugas-tugas perkembangan (developmental tasks) yaitu tugas-tgas yang harus dilakukan seseorang dalam masa hidup tertentu.
2.3 Prinsip-prinsip Perkembangan
Prinsip perkembangan dapat diartikan sebagai kaidah atau patokan yang menyatakan kesamaan sifat dan hakikat perkembangan. Atau dapat diartikan pula patokan secara umum mengenai sebab akibat terjadinya peristiwa perkembangan dalam diri makhluk hidup.
Prinsip-prinsip perkembangan antara lain perkembangan tidak terbatas dalam arti tumbuh besar, tetapi mencakup rangkaian perubahan yang tidak terlepas dan bersifat progresif, teratur, koheren dan berkesinambungan, perkembangan megarah pada prinsip totalitas pada diri makhluk hidup yang lambat laun bagian-bagian yang masih bersifat samar menjadi bertambah nyata dan jelas dalam kerangka keseluruhan Perkembangan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pembawaan sejak lahir tetapi juga karena faktor lingkungan.
2.4 Biologi dan Habitat Ayam
Anak ayam peliharaan berasal dari domestikasi ayam hutan merah (ayam bangkiwa, Gallus gallus) yang hidup di India. Namun demikian, pengujian molekular menunjukkan kemungkinan sumbangan plasma nutfah dari G. sonneratii, karena ayam hutan merah tidak memiliki sifat kulit warna kuning yang menjadi salah satu ciri ayam peliharaan.
Ayam menunjukkan perbedaan morfologi di antara kedua tipe kelamin (dimorfisme seksual). Ayam jantan (jago, rooster) lebih atraktif, berukuran lebih besar, memiliki jalu panjang, berjengger lebih besar, dan bulu ekornya panjang menjuntai. Ayam betina (babon, hen) relatif kecil, berukuran kecil, jalu pendek atau nyaris tidak kelihatan, berjengger kecil, dan bulu ekor pendek.
Sebagai hewan peliharaan, ayam mampu mengikuti ke mana manusia membawanya. Hewan ini sangat adaptif dan dapat dikatakan bisa hidup di sembarang tempat, asalkan tersedia makanan baginya. Karena kebanyakan ayam peliharaan sudah kehilangan kemampuan terbang yang baik, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di tanah atau kadang-kadang di pohon.
Ayam berukuran kecil kadang-kadang dimangsa oleh unggas pemangsa, seperti elang.

Gambar 2.2 Telur Ayam

Gambar 2.3 Ayam jantan yang sedang berkokok di pagi hari
2.5 Varietas Ayam
Ayam termasuk unggas peliharaan populer dan murah, muncul berbagai istilah teknis akibat kegiatan penangkaran dan peternakan ayam.
Suatu varietas ayam adalah suatu ras atau family dari ayam yang memiliki kesamaan umum dalam hal ukuran, bentuk atau profil, dan pembawaan. Semua ayam dalam satu varietas akan memiliki karakteristik yang sama yaitu: warna kulit, Varietas ini selanjutnya dibagi ke dalam beberapa kelas. Kelas ayam yang sudah banyak dibudidayakan pada umumnya diberi nama yang dikaitkan dengan tempat asalnya, misalnya American, Asiatic, English, Mediteranian, dan semacamnya.
Ada tiga jenis varietas yang bisa dipilih berdasarkan tujuan pemeliharaannya, yaitu: ayam petelur, ayam pedaging atau ayam potong, dan ayam berfungsi ganda untuk kedua maksud tersebut.
Ayam petelur - Ayam ini tubuhnya relatif lebih kecil. Produksi telurnya antara 250 sampai 280 butir per tahun. Telur pertama dihasilkan pada saat berumur 5 bulan dan akan terus menghasilkan telur sampai umurnya mencapai 10 - 12 tahun. Umumnya, produksi telur yang terbaik akan diperoleh pada tahun pertama ayam mulai bertelur. Produksi telur pada tahun-tahun berikutnya cenderung akan terus menurun.
Ada dua pilihan untuk ayam petelur ini yang dibedakan dari warna telurnya, yaitu:
• Telur berwarna putih
Ayam petelur dengan telur berwarna putih yang terbaik adalah dari Jenis ras Leghorn. Hanya saja ayam ini suka terbang dan sangat berisik. Jenis ras lainnya yang menghasilkan telur putih diantaranya adalah Minorcas. Anconas, dan California White. Red Leghorn Pearl White Leghorn

(a) (b)
Gambar 2.4 (a) Ayam Red Leghorn, (b) Ayam Pearl White Leghorn


• Telur berwarna coklat
Sedangkan ayam peterlur dengan telur berwarna coklat yang terbaik adalah dari Jenis ras Production Red. Ayam hibrida ini adalah hasil perkawinan silang dari ayam petelur Rhode Islands Red dan New Hampshire. Sedangkan ayam ras Rhode Islands Red dan New Hampshire sendiri sudah tergolong sebagai ayam petelur yang baik dalam menghasilkan telur berwarna coklat.

(a) (b)

(c) (d)

(e) (f)

(g) (h)
Gambar 2.5 (a) Barred Rock (b) Black Australorp (c)Production Red (d) Gold Sta (e) Black Sex Link (f) White Rock (g) Buff Orpington (h) Silver Laced Wyandotte.




Ayam pedaging - Ayam silang Cornish Rock adalah ayam pedaging yang tergolong terbaik pada saat ini. Ayam ini merupakan hasil silang dari Cornish dan Plymouth Rock. Ayam pedaging lainnya yang tergolong baik adalah dari jenis ras Brahmas, Cochins, dan Cornish. Ayam pedaging yang baik adalah ayam yang mengkonsumsi dua kilogram pakan untuk menghasilkan satu kilogram berat tubuhnya. Ayam betina pada umumnya djual ke pasar pada saat beratnya mencapai antara satu tiga per empat kg sampai dua setengah kg sedangkan ayam jantan antara tiga kg sampai empat kg. Ayam yang semakin cepat pertumbuhannya maka semakin ekonomis unuk dipelihara.



(a) (b)
Gambar 2.6 (a) Red Broiler (b) Black Broiler
Ayam berfungsi ganda - Ayam pada jenis ini merupakan campuran antara ayam petelur dan ayam pedaging. Dominiques, Plymouth Rocks, Sussex, Orpington, and Wynadottes adalah beberapa ras ayam dari ayam berfungsi ganda. Ayam kampung di negara kita adalah termasuk pada jenis ini.Telur ayam jenis ini berwarna coklat dan mereka membesarkan sendiri anak-anaknya. Pada umumnya mereka tidak menghasilkan berat tubuh secepat ayam pedaging dan juga tidak menghasilkan telur sebanyak ayam petelur. Ayam ini berciri khas sebagai ayam yang dipelihara di halaman belakang rumah. Peternak akan memperoleh telur ayam untuk konsumsi sehari-hari disamping sesekali memperoleh daging ayam jantan dari kelebihan jumlah yang diperlukan dan daging ayam-ayam tua yang sudah tidak produktif lagi.
Pertimbangan lain dalam memilih jenis varietas ayam adalah kondisi cuaca lokal di tempat peternakan berada.
Ayam yang berbulu tebal akan lebih cocok dipelihara ditempat yang bercuaca lebih dingin dari pada ayam yang berbulu tipis. Orpingtons, Brahmas, Cochins. Plymouth Rocks, Rhode Island Reds dan Wyandottes adalah ayam-ayam yang berbulu tebal yang berarti cocok pada cuaca dingin. Leghorn, Minorca, Andalusian, Hamburgs dan ayam Mediterranean lainnya akan lebih baik dipelihara pada tempat-tempat yang bercuaca lebih hangat.
Untuk lebih jelasnya dalam menentukan varietas yang cocok dengan cuaca lokal di tempat Anda, sebaiknya dikonsultasikan pada Dinas Peternakan Ayam setempat atau perusahaan ternak ayam terdekat.

Gambar 2.7 Anak Ayam Ras
Menurut fungsinya, ayam terbagi dalam beberapa jenis, yaitu :
• Ayam pedaging atau ayam potong (broiler), untuk dimanfaatkan dagingnya;
• Ayam petelur (layer), untuk dimanfaatkan telurnya;
• Ayam hias atau ayam timangan (pet, klangenan), untuk dilepas di kebun/taman atau dipelihara dalam kurungan karena kecantikan penampilan atau suaranya (misalnya ayam katai dan ayam pelung; ayam bekisar dapat pula digolongkan ke sini meskipun bukan ayam peliharaan sejati);
• Ayam sabung, untuk dijadikan permainan sabung ayam.
Istilah ayam sayur dipakai untuk ayam kampung atau ayam aduan yang selalu kalah, dan tidak diseleksi khusus sebagai ayam pedaging.

Gambar 2.8 Anak Ayam Diberi Lampu Pemanas
Ukuran kandang seperti ini tidak mutlak, tetapi paling tidak merupakan ukurang yang biasa dipakai para peternak. Pada sisi kandang perlu diberi plastic untuk menahan udara dingin di malam hari.
Sebelum anak ayam berumur satu bulan, di dalam kandang perlu diberi lampu pemanas. Alat pemanas ini diperlukan sebagai pengganti induk untuk menghangatkan tubuh, karena bulu-bulu anak ayam belum tumbuh sempurna. Lampu pemanas dapat menggunakan lampu listrik atau lampu minyak tanah. Lampu pemanas tersebut harus sesuai dengan kebutuhananak ayam. Untuk mengetahui apakah lampu pemanas tersebut sesuai dengan kebutuhan anak ayam. Sebagai penghangat tubuh pada malam hari agar anak ayam tidak mati kedinginan, mutlak disediakan penghangat berupa lampu 40 – 60W didalam kandang. Dengan adanya lampu tersebut, anak ayam akan mencari sendiri tempat yang paling nyaman dan hangat sesuai kebutuhan
Untuk anak ayam, konstruksi lantai kandang harus dibuat agak rapat, karena kaki-kai mereka masih terlalu kecil. Sampai umur dua minggu, lantai kandang masih perlu diberi alas dari kertas Koran untuk menghindari cedera kaki, dan untuk mengurangi hantaran udara dingin dari tanah di malam hari. Sesudah berumur lebih dari dua minggu pemakaian lembaran Koran bisa dihentikan. Tetapi bila slat bamboo atau kawat pada lantai terlalu lebar untuk kaki ayam, pemakaian lembaran korantersebut dilanjutkan, sampai kaki anak ayam tidak mungkin terperosok pada slat tersebut.
Di Indonesia dikenal istilah ayam ras dan ayam bukan ras (buras, atau kampung). Dalam pengertian "ayam ras" menurut istilah itu yang dimaksud sebenarnya adalah ras yang dikembangkan untuk usaha komersial massal, seperti Leghorn ("lehor"). Ke dalam kelompok ayam buras terdapat pula ras lokal ayam yang khas namun tidak dikembangkan untuk usaha komersial massal. Ayam-ayam ras lokal demikian sekarang mulai dikembangkan (dimurnikan) sebagai ayam sabung, ayam timangan (pet), atau untuk acara ritual. Berikut ini adalah ras lokal ayam di Nusantara yang telah dikembangkan untuk sifat atau penampilan tertentu:
• Ayam pelung yang memiliki kokokan yang khas (panjang dan bernada unik), termasuk ayam hias;
• HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Ayam_kedu" \o "Ayam kedu" Ayam kedu (termasuk ayam cemani), ras lokal dan mulia dari daerah Kedu dengan ciri khas warna hitam legam hingga moncong dan dagingnya, termasuk ayam pedaging dan ayam hias;
• Ayam nunukan, ras lokal dan mulia dari Nunukan, Kalimantan Timur, dengan bentuk badan tegap dan ukuran besar, keturunan ayam aduan, termasuk ayam pedaging dan hias;
Berdasarkan penampilan luar (fenotipe) khas, yaitu :

Gambar 2.9 Ayam Bantam
Fenotipe khas tertentu namun sifat itu tidak selalu eksklusif milik ras tertentu, seperti
• Ayam walik (frizzle), ayam dengan bulu yang tidak menutupi badan tetapi tegak berdiri;
• Ayam bali, ayam dengan leher tidak berbulu dan jambul di kepalanya, sekarang mulai dibiakmurnikan.
• Ayam katai (bantam), istilah umum untuk ayam dengan ukuran kecil, terdapat berbagai ras lokal dan ras murni seleksi yang masuk kategori ini.













BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan
1. Lampu 5 watt 1 Buah
2. Lampu 10 watt 1 Buah
3. Lampu 15 Watt 1 Buah
4. Kotak 3 Buah
5. Anak Ayam (Baru Menetas)

3.2 Prosedur
1. Dirakit lampu 5 watt, 10 watt, dan 15 watt secara terpisah dengan menggunakan kabel dan alat penyambung listrik;
2. Dimasukkan masing-masing lampu pada satu kotak berbeda;
3. Diletakkan beberapa anak ayam yang baru menetas pada masing-masing kotak yang telah diberi lampu dengan besar watt berbeda pada kotak tersebut;
4. Diamati perkembangan anak ayam, seperti cirri-ciri fisik awal ketika menetas hingga berumur 10 hari dan perbedaannya dengan anak ayam yang lain dengan beda besar watt lampu;
5. Dicatat perkembangan anak ayam tersebut.




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian
No Hari Ke- Anak Ayam Yang Diberi Lampu
5 watt 10 watt 15 watt
1




2





3



4


5

6




7

8

9


10 1




2





3



4


5

6




7

8

9


10 Bulu belum mengering, kaki belum mampu menopang tubuh maupun berjalan.
Bulu mengering, organ tubuh sudah mulai kuat.


Kaki lebih kuat, mampu berdiri


Bulu kasar muncul pada bagian sayap

Diameter kuku bertambah
Bulu sayap bertambah menjadi 3 helai, tinggi badan 6,5 cm.
Diameter badan ± 5 cm
Panjang kuku kaki 0,4 cm
Pangjang bulu sayap kasar 1 cm

Tinggi badan 6,8 cm
Sebagian bulu belum mengering, fisik tubuh masih lemah

Bulu mengering, ukuran tubuh membesar sekitar 0,1 cm.

Kaki mampu menopang tubuh, paruh semakin keras.
Pada sayap muncul bulu kasar 1 helai


Dia meter sayap bertambah ± 0,2 cm
Tinggi badan 6,7 cm.



Diameter badan ± 5,2 cm
Panjang kuku kaki 0,5 cm
Panjang bulu sayap kasar 1,2 cm

Tinggi badan 6,9 cm Bulu telah mengering, organ tubuh belum berfungsi secara baik.
Bulu telah mengering sempurna, ukuran tubuh bertambah ± 0,2 cm.
Kaki dan paruh lebih kuat.


Pada bagian sayap kiri dan kanan muncul bulu kasar 2 helai
Kuku semakin kuat dan keras
Tinggi badan 6,8 cm.



Diameter badan ± 5,4 cm.
Panjang kuku kaki 0,5 cm.
Panjang bulu sayap kasar 1,4 cm
Tinggi badan 7 cm.


4.2 Pembahasan Hasil
Perubahan selalu terjadi dalam diri semua makhluk hidup yang berlangsung selama makhluk itu hidup termasuk ayam. Perubahan sangat nampak pada perubahan fisik, dimana ketika baru menetas organ-organ tubuh masih berukuran kecil dan berangsur membesar seperti menjadi lebih tinggi dan berat tubuhnya. Perubahan pada ayam sering diartikan sebagai pertumbuhan dan perkembangan.
Dalam psikologi perkembangan, kata pertumbuhan selain dalam arti fisik dan psikis, dapat pula dalam arti proses pendewasaan, perubahan dalam kemampuan (ability), proses mengadakan reorganisasi terus-menerus terhadap sesuatu yang baru ke dalam sesuatu yang lama.
Setelah melalui proses kawin, bertelur dan menetas ada dua cara yang bisa dipilih, anak ayam diliarkan dan dibiarkan diasuh oleh induknya dengan pakan ala kadarnya dari sisa-sisa dapur kita dan selanjutnya induk ayam akan mengajak anak-anaknya mencari makan disekitar kita, atau kita pelihara dengan cara memisahkan dari induknya.
Pada karya ilmiah ini, saya hanya meneliti dan membahas tentang perkembangan anak ayam yang baru menetas. dan sehat yang dipelihara dengan cara memisahkan dari induknya, dengan memisahkan dari induknya akan mendapat hasil yang lebih cepat, karena induk ayam tidak harus mengasuh sampai berbulan-bulan maka induk ayam akan segera kawin dan bertelur kembali dan tentunya akan segera menetas kembali. Kemudian dipelihara terpisah secara berkelompok yaitu untuk 3 ekor atau lebih anak ayam tersebut di letakkan di dalam kotak yang telah diiberi ventilasi dan lampu 5 watt, demikian pula dengan dua kotak lainnya dengan perlakuan yang sama namun berbeda besar watt lampunya. Untuk kotak kedua diberi lampu 10 watt dan kotak yang ketiga diberi lampu 15 watt. Perlakuan diatas bertujuan sebagai penghangat tubuh pada malam hari agar anak ayam tidak mati kedinginan. Dengan adanya lampu tersebut, anak ayam akan mencari sendiri tempat yang paling nyaman dan hangat sesuai kebutuhan.
Anak ayam yang baru menetas sangat rentan mati sehingga dalam pemeliharaannya harus sangat hati-hati agar mendapatkan hasil pertumbuhan yang sehat dan perkembangan yang baik. Pada saat memisahkan anak ayam dari induknya, ambil anak ayam dan masukkan ke dalam masing-masing kotak secara hati-hati agar tidak terjadi cidera pada kaki anak ayam tersebut.
Pada alas masing-masing kotak diberi kulit padi (sekam) atau serutan kayu (serbuk gergaji) yang agak halus. Kotak dalam keadaan kering dan bersih serta lubang sirkulasi udara lancar keluar masuk.Lubang-lubang tersebut tidak terlalu lebar dan aman tidak dimasuki predator seperti kucing, garangan, luwak tikus dan sebagainya
Penyediaan makanan dibeberapa tempat, hal ini bertujuan agar anak ayam bisa makan sewaktu-waktu tanpa berebutan. Makanan tidak terlalu penuh dalam satu wadah untuk menghindari diacak-acak dan tidak terinjak-injak. Menyediakan air untuk 1 kotak cukup satu tempat.
Pada pengamatan yang didapatkan selama 10 hari pengamatan, untuk kotak pertama berisi anak ayam yang diberi perlakuan lampu 5 watt, sepertinya anak ayam pada saat malam hari kedinginan karena pemanas yang diberikan terasa kurang panas untuk suhu tubuh yang diperlukan anak ayam. Hal ini berpengaruh pada bentuk fisik anak ayam, barupa bulu-bulu ayam yang baru menetas pada hari pertama belum sepenuhnya mengering dan kekuatan tubuh anak ayam belum muncul.
Pada hari berikutnya anak ayam yang diberi perlakuan 5 watt, anak ayam tersebut sangat lamban perkembangan dan pertumbuhannya, hal ini terlihat dari ukuran tubuh anak ayam yang relatif lebih kecil meskipun tidak terlalu nampak namun bila diperhatikan maka akan terlihat dengan jelas perbedaannya dibanding dengan anak ayam yang diberi perlakuan 10 watt dan 15 watt. Untuk semua perlakuan yaitu yang diberi lampu 5 watt, 10 watt dan 15 watt, bulu ayam yang kasar pada bagian ujung sayap mulai tumbuh pada hari ke 4, kaki telah kuat menopang tubuh dan berjalan. Pada hari ke 5 dan 6 bulu kasar pada bagian sayap bertambah helaiannya menjadi 3 pada sayap kiri maupun kanan pada semua perlakuan.
Perbedaan yang terlihat dari pengamatan ketiga perlakuan yaitu perbedaan besar ukuran tubuh pada ketiga perlakuan berbeda, yaitu pada perlakuan untuk kotak dengan lampu 5 watt ukuran anak ayam lebih kecil, untuk anak ayam yang diberi lampu 10 watt ukurannya sedang yaitu lebih besar ukurannya dari yang 5 watt dan lebih kecil disbanding yng diberi perlakuan 15 watt.
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
1) Peristiwa pertumbuhan yaitu tampak adanya perubahan jumlah atau ukuran dari hal-hal yang telah ada, sedangkan perkembangan ditandai dengan adanya sifat-sifat yang baru yang berbeda dari sebelumnya.
2) Dalam psikologi perkembangan, kata pertumbuhan selain dalam arti fisik dan psikis, dapat pula dalam arti proses pendewasaan, perubahan dalam kemampuan (ability), proses mengadakan reorganisasi terus-menerus terhadap sesuatu yang baru ke dalam sesuatu yang lama.
3) Ayam menunjukkan perbedaan morfologi di antara kedua tipe kelamin (dimorfisme seksual) yaitu
• Ayam jantan (jago, rooster) lebih atraktif, berukuran lebih besar, memiliki jalu panjang, berjengger lebih besar, dan bulu ekornya panjang menjuntai.
• Ayam betina (babon, hen) relatif kecil, berukuran kecil, jalu pendek atau nyaris tidak kelihatan, berjengger kecil, dan bulu ekor pendek.
4) Perbedaan yang terlihat dari pengamatan ketiga perlakuan yaitu perbedaan besar ukuran tubuh pada ketiga perlakuan berbeda, yaitu pada perlakuan untuk kotak dengan lampu 5 watt ukuran anak ayam lebih kecil, untuk anak ayam yang diberi lampu 10 watt ukurannya sedang yaitu lebih besar ukurannya dari yang 5 watt dan lebih kecil disbanding yng diberi perlakuan 15 watt.
5) Menurut fungsinya, ayam terbagi dalam beberapa jenis, yaitu :
• Ayam pedaging atau ayam potong (broiler), untuk dimanfaatkan dagingnya;
• Ayam petelur (layer), untuk dimanfaatkan telurnya;
• Ayam hias atau ayam timangan (pet, klangenan), untuk dilepas di kebun/taman atau dipelihara dalam kurungan karena kecantikan penampilan atau suaranya (misalnya ayam katai dan ayam pelung; ayam bekisar dapat pula digolongkan ke sini meskipun bukan ayam peliharaan sejati);
• Ayam sabung, untuk dijadikan permainan sabung ayam.

5.2 Saran
Penulis berharap bahwa para pembaca, khususnya para mahasiswa / mahasiswi, dapat melakukan penelitian untuk membuktikan segala suatu yang belum diketahui untuk menambah ilmu dan wawasan.











DAFTAR RUJUKAN


Achmad, Arwin dan Tri Jalmo. 2002. Biologi Umum Perkembangan Hewan. Lampung : Universitas Lampung.
Fahn. 1965. Ilmu Perkembangan Modern. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Sudjadi, Bagod. 2005. Biologi Sains dalam Kehidupan. Surabaya : Yudhistira.
Pratignyo, S., dan Mahardono, A.1980. Anatomi Tubuh Hewan. Solo : CV. Teguh Karya.
Firdauz, Z., dan Lou Hut Yee. 1995. Memelihara dan Beternak Ayam. Jakarta : Penebar Swadaya.
Tillery, B.W. 2005. Animals Science. Singapore : Federal Publications.
Anonim. 2006. Perkembangan Anak Ayam. 20 Desember 2010. http://e-dukasi. net/mapok_perkemb.ayam/mpfull.com
Anonim. 2008. Ciri-ciri Anak Ayam Dari Awal Lahir Hingga Lima Hari http://id.wikipedia.org/wiki/ciri_perkembangan_ayam.com
Haryanto, Warsito. 2008. Anak Ayam. 30 Desember 2010. http://qthabz.blogspot.com/2008/09/blog-post12.html






LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar